Ruang kantor bukan hanya tempat untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga lingkungan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan suasana selama beraktivitas. Karena itu, banyak orang melakukan berbagai pendekatan untuk menciptakan ruang kerja yang terasa lebih nyaman dan harmonis, termasuk mengikuti Fengshui.
Feng shui merupakan filosofi penataan ruang yang berasal dari tradisi Tiongkok dan berkaitan dengan keseimbangan lingkungan serta aliran energi atau chi. Sebagian orang mempercayai bahwa posisi meja, arah ruangan, pintu, warna, pencahayaan, hingga penempatan berbagai benda di dalam kantor dapat memengaruhi suasana, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas. Kepercayaan tersebut kemudian membuat prinsip feng shui cukup sering diterapkan dalam penataan rumah maupun ruang kerja.
Meskipun feng shui adalah kepercayaan atau filosofi tradisional, beberapa prinsip penataannya memiliki keterkaitan dengan aspek praktis seperti kerapian, pencahayaan, sirkulasi udara, dan pengaturan ruang. Oleh karena itu, konsep feng shui bisa menjadi salah satu referensi dalam menata kantor, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan ergonomi, keamanan, dan fungsi ruangan.
Posisi Meja Kerja yang Baik Menurut Feng Shui
Meja kerja menjadi salah satu bagian yang paling banyak menjadi perhatian dalam feng shui kantor. Posisi meja idealnya memungkinkan seseorang melihat pintu masuk tanpa harus duduk tepat lurus di depan pintu.
Posisi ini namanya konsep command position, yaitu posisi kerja yang memberikan pandangan terhadap area masuk sekaligus membuat bagian belakang tubuh mendapatkan perlindungan dari dinding atau elemen kokoh lainnya.
Beberapa penerapan penataannya antara lain:
- Letakkan meja sehingga pintu dapat terlihat dari posisi duduk.
- Hindari posisi meja yang tepat sejajar dengan pintu.
- Usahakan bagian belakang kursi menghadap dinding atau partisi yang kokoh.
- Hindari duduk membelakangi pintu karena dapat membuat posisi kerja terasa kurang nyaman.
- Jangan menempatkan meja terlalu dekat dengan pintu atau jalur lalu-lalang.
- Hindari menempatkan meja tepat di bawah balok plafon.
Posisi tersebut tidak harus kaku. Jika kondisi ruangan tidak memungkinkan, anda bisa menyesuaikan posisi meja selama tetap memberikan ruang gerak yang nyaman dan pandangan yang tidak terganggu.

Tata Letak Ruang Kantor
Tata letak kantor menurut feng shui sebaiknya memberikan kesan lapang dan teratur. Area pintu masuk menjadi salah satu bagian penting karena merupakan akses keluar-masuk orang sekaligus titik awal sirkulasi ruangan.
Hindari meletakkan kardus, dokumen, rak, atau peralatan yang tidak berguna di dekat pintu. Jalur menuju meja kerja juga sebaiknya tidak penuh dengan furnitur sehingga pergerakan menjadi lebih mudah.
Untuk penyimpanan dokumen, penggunaan lemari tertutup dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih rapi. Sebaiknya segera singkirkan barang yang sudah rusak atau tidak berguna lagi agar tidak memenuhi ruang kerja.
Pada kantor dengan konsep terbuka, partisi rendah dapat berfungsi membatasi area kerja tanpa membuat ruangan terasa terlalu tertutup.
Baca Juga: Keuntungan Memiliki Ruang Kantor Bagus Dalam Membangun Citra Perusahaan
Pencahayaan dan Sirkulasi Udara
Ruang kantor yang terang dan memiliki sirkulasi udara baik merupakan salah satu karakteristik ruang kerja yang nyaman. Dalam feng shui, kondisi tersebut juga mendukung terciptanya suasana ruangan yang lebih seimbang.
Manfaatkan cahaya alami dari jendela selama tidak menimbulkan silau pada monitor. Atur posisi meja agar cahaya tidak langsung memantul ke layar komputer. Jika cahaya matahari terlalu kuat, gunakan tirai atau blind untuk mengatur intensitas cahaya. Pencahayaan buatan juga perlu menyesuaikan aktivitas di dalam ruangan. Area kerja membutuhkan pencahayaan yang cukup dan merata, sedangkan ruang istirahat dapat menggunakan pencahayaan yang lebih lembut.
Perhatikan juga sirkulasi udara. Hindari posisi meja yang membuat tubuh terus-menerus terkena hembusan AC secara langsung. Ventilasi yang baik membantu menjaga kenyamanan selama bekerja.
Pemilihan Warna Berdasarkan Lima Elemen Feng Shui
Feng shui mengenal lima elemen utama, yaitu kayu, api, tanah, logam, dan air. Anda bisa menerapkan kelima unsur tersebut melalui warna, material, maupun dekorasi kantor.
Elemen kayu bisa terwakili oleh furnitur berbahan kayu, tanaman hidup, atau warna hijau. Untuk elemen api bisa melalui aksen merah, oranye, atau pencahayaan dekoratif. Kemudian, elemen tanah dapat menggunakan warna krem, beige, cokelat, maupun material batu.
Sementara itu, menerapkan elemen logam bisa melalui warna putih dan abu-abu atau penggunaan material metal. Elemen air bisa menggunakan warna biru atau hitam serta dekorasi yang berkaitan dengan air.
Penerapannya tidak perlu berlebihan. Kantor tetap sebaiknya memiliki warna dasar yang profesional dan menenangkan, kemudian lengkapi dengan beberapa aksen warna agar ruangan tidak terlihat monoton.
Penempatan Tanaman di Ruang Kantor
Tanaman dalam penerapan feng shui berkaitan dengan elemen kayu dan pertumbuhan. Selain aspek feng shui, tanaman juga dapat memberikan sentuhan alami pada ruang kerja.
Anda bisa meletakan tanaman di sudut ruangan, dekat jendela, atau pada area yang masih memiliki ruang cukup. Hindari tanaman berukuran besar di jalur masuk karena dapat menghambat pergerakan.
Untuk meja kerja, pilih tanaman berukuran kecil agar tidak mengurangi area kerja. Tanaman yang membutuhkan perawatan sederhana juga lebih praktis untuk lingkungan kantor.

Penataan Kursi dan Area Belakang Meja
Dalam feng shui, bagian belakang posisi duduk sering berkaitan dengan dukungan. Karena itu, kursi kerja sebaiknya berada pada bagian belakang menghadap dinding atau elemen yang kokoh.
Secara ergonomis, posisi tersebut juga dapat membuat area kerja terasa lebih terkontrol karena tidak ada aktivitas yang terus-menerus muncul di belakang pengguna.
Jika tidak memungkinkan menggunakan dinding, partisi atau lemari tertutup dapat menjadi alternatif. Namun, furnitur tidak boleh berada terlalu dekat dengan kursi sehingga membatasi ruang untuk bergerak.
Hindari Beberapa Kondisi Ini
Ada beberapa kondisi yang umumnya dianggap kurang ideal dalam feng shui kantor. Meja yang membelakangi pintu, misalnya, karena pengguna tidak dapat melihat aktivitas yang datang dari belakang.
Selain itu, hindari meja yang terlalu dekat dengan dinding, ruangan penuh barang tidak terpakai, kabel yang berantakan, dan jalur masuk yang terhalang oleh benda atau furnitur.
Hindari juga pemasangan cermin berukuran besar yang mengarah langsung ke meja karena pantulannya berpotensi mengganggu konsentrasi. Begitu pula dengan furnitur yang memiliki sudut tajam dan langsung mengarah ke posisi duduk, serta meja yang berada tepat di bawah balok plafon.
Feng Shui Kantor Tetap Perlu Memperhatikan Ergonomi
Penerapan feng shui sebaiknya tidak mengesampingkan kebutuhan teknis ruang kerja. Posisi meja yang baik secara feng shui tetap harus memungkinkan monitor berada pada posisi ergonomis, kursi memiliki dukungan yang memadai, serta kaki dan tangan dapat bergerak dengan nyaman.
Begitu pula dengan pencahayaan, suhu ruangan, sirkulasi udara, keamanan instalasi listrik, dan akses evakuasi. Jika penerapan suatu prinsip feng shui justru membuat ruang kerja menjadi tidak nyaman atau tidak aman, aspek tersebut sebaiknya menjadi pertimbangan kembali.
Dengan demikian, feng shui bukan menjadi satu-satunya pendekatan penataan ruang. Tetap perlu konsep ergonomi dan standar keselamatan yang menjadi dasar fungsionalnya.
Vivorti Office Furniture
Solusi furnitur kantor fungsional dan stylish untuk berbagai jenis bisnis di Indonesia.
0811-3012-488
vivortiofficefurniture@gmail.com




